Bagaimana pun ceritanya kita
masing-masing punya hati dan perasaan. Janganlah kita membuat orang yang
mungkin masih sedikit ilmunya menjadi lebih rendah lagi di hadapan orang lain. Kita
mungkin diajarkan bersikap baik kepada sesama walau beda usia, adapun yang
belum bersikap baik ada kemungkinan orang tuanya sudah mengajarkan perihal
berbaik sikap kepada yang lain namun ia belum bisa menerapkannya.
Ada orang yang bisa menjaga
perasaan orang lain, ada pula yang sering menganggap hal becandaannya biasa
tapi tak biasa bagi yang lain. Semakin bertambah usia akan lebih baiknya kita makin
banyak mempelajari sifat orang lain. Jangan hanya memperdulikan hati sendiri
saja, tak sedikit orang kehilangan sahabat atau kenalan hanya dengan “salah
bicara”.
Ketika kita bertemu orang yang
baru sebaiknya kita mengosongkan separuh gelas agar bisa menerima pemikiran
orang lain dengan baik. Bukan dengan mengutamakan apa yang ingin kita sampaikan
ke dirinya, itu pemikiran yang keliru dan perlu diperbaiki.
Saya sangat mengakui kalau saya
kurang bisa menerima ilmu lebih cepat di banding yang lainnya. Saya juga sering
dianggap bodoh oleh atasan terdahulu, namun kebodohan saya disitu tidak
menjadikan itu titik kelemahan saya.
Sering dihina atasan membuat saya
banyak mengetahui sifat beliau lebih banyak lagi. Dan membuat saya bisa belajar
lebih baik dan bisa menghargai kapasitas ilmu dan otak orang lain tidaklah
seperti saya.
Salam sayang dari saya
Faqir ilmu
17 Dzulqaidah 1439
30 Juli 2018
17 Dzulqaidah 1439
30 Juli 2018
Komentar
Posting Komentar